Memasuki era revolusi
4.0 dan revolusi society 5.0 dimana ditemukan hal-hal baru yang kian tidak terbendung, dari mulai
aktivitas dan kebutuhan yang tidak terleakan dari peran dan pengaruh informasi
dan teknologi. Hal yang dapat dipersiapkan oleh setiap insan dalam memasuki era
baru tersebut yakni dengan bekal skill atau keterampilan. Para santri yang tinggal di pondok pesantren harus pula mempersiapkan skil dan
keterampilan yang dimilikinya, setiap santri tidak hanya harus beradaptasi
dengan kebutuhan era baru tersebut terlebih bagaimana pula para santri dapat
mengembangkan atau berinovasi terkait skill dan kompetensinya secara futurisitk
yakni sesuai dengan kebutuhan revolusi industry 4.0 dan revolusi society 5.0.
Salah satu bentuk konkret mempersiapkan skill
dan kompetensi futuristic di lingkungan lembaga pondok pesantren Miftahul Falah
Pulaksana yakni mempersiapkan skill dan kompetensi kemandirian dalam aspek
ekonomi dan kewirausahaan. Para pelaku ekonom dan wirausahawan yang berhasil dan
sukses saat ini bukan hanya dilihat dari berapa nominal yang dimiliki dan
dihasilkan oleh dirinya maupun oleh perusahaannya, namun lebih dari itu adalah
bagaimana mental mereka dalam menghadapi tantangannya. Bagaiman mereka mampu
menemukan jalan keluar dan solusi atas ketercapaian keberhasilannya, dengan mental
yang kuat dan baik dapat diyakinkan sebetulnya setiap orang dapat
mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, salah satunya kemandirian dalam aspek
ekonomi dan kewirausahaan.
Pondok pesantren Miftahul Falah Pulaksana
menganggap sangat penting membekali setiap santri yang belajar dan mengaji di
lembaga ini. Untuk membekali skill dan keterampilan kemandirian ekonomi dan
kewirausahaan para santri di ajak untuk menekuni potensi budi daya ikan dan
pengolahan hasil budi daya olah pangan snack. Bekal skill dan keterampilan ini
dikembangkan melalui analisis ABCD (Asset-Based Community Development)
yakni analisis berdasar asset potensi yang dimiliki oleh lembaga pondok pesantrenMiftahul Falah Pulaksana. Terdapat beberapa asset yang dapat dikembangkan di
lembaga tersebut, selain sumber daya alam seperti terdapat media kolam yang
sangat memadai, iklim yang sangat cocok sampai kualitas dan ketersediaan air
yang sangat memadai.
Melalu alasisi ABCD (Asset-Based
Community Development) Kemampuan
santri di lembaga
pondok pesantren Miftahul Falah Pulaksana sangat baik terlebih ketika mereka
diajak untuk melihat, mendisain sampai menlai kesempatan baik dalam melihat peluang ekonomi. Skill dan keterampilan yang bernilai tambah merupakan kunci sukses santri saat akan
memasuki dunia kerja dan bersaing di pasar global.
Pendidikan
kewirausahaan diharapkan bisa membantu setiap santri di pondok pesantren
memiliki ketekunan dan kemauan didalam membuka lapangan usaha baru selulus dari
pendidikannya, dengan demikian penting memiliki pondasi pengelolaan keuangan
yang baik sebagai bekal nanti saat terjun ke dunia kerja yang kompetitif.
Dalam mewujudkan misi kemandirian ekonomi
dan kewirausahaan para santri, pihak lembaga pondok pesantren Miftahul FalahPulaksana kian memperhatikan aspek kemitraan, hal ini menjadi penilaian dan evaluasi diri
pihak lembaga terkait beberapa keterbatasan yang dihadapi oleh lembaga pondok
pesantren.
Tantangan di era
revolusi 4.0 dan
society 5.0 upaya lembaga pondok pesantren dalam
pendidikan entrepreneurship merupakan langkah positif dalam mendorong para
santri sebagai
output keterampilan dan mampu mengaktualisasikan konsep life skill
setelah para santri
kembali ke lingkungan masyarakatnya. Para santri berangkat dari masyarakat dan
kembali ke lingkungan masyarakatnya.







0 komentar:
Post a Comment