PROFILE PONDOK PESANTREN MIFTAHUL FALAH
Pondok Pesantren di Kabupaten Tasiksamalaya keberadaannya tercatat kurang lebih berjumlah 1.300, salah satunya Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana yang beralamat di Kampung Pareang Desa Tonjongsari Kabupaten Tasiklamaya Provinsi Jawa Barat. Miftahul Falah sebagai lembaga Pondok Pesantren yang berbadan hukum dengan Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) 510032062348. Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana didirikan pada Tanggal 19 Juli tahun 1993 oleh KH. Djedje Mutakin dan istri (Hj. Iim Munawaroh).
KH. Djedje Mutakin sebagai pendiri Pondok Pesantren adalah sosok yang sangat dihormati
oleh masyarakat sekitar, bukan hanya sebagai pimpinan dan pendiri Pondok
Pesantren saja tetapi beliau adalah sosok panutan yang ditokohkan.
Pengabdian beliau terhadap kemajuan Pondok Pesantren selalu memperhatikan kepeduliannya akan kemajuan dan kepentingan umat. Semangat membangun bangsa melalui Pondok Pesantren adalah tagline yang dikonsentrasikan untuk ketercapaian pendidikan Islam melalui Pondok Pesantren sicara unggul dan sinergis.
Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana memiliki tanggung jawab dalam pengembangan umat dan unggulnya pendidikan Islam secara futuristik dan visionari. Hal ini terwujud dalam visi Pondok Pesantren yakni; "Terwujudnya pribadi muslim yang berilmu amaliyah, beramal ilmiah dan berakhlakul karimah".
Visi yang dibangun oleh pondok pesantren Miftahul Falah Pulaksana memiliki pula dimensi orientasi ketercapaian secara komprehensif, yakni pendidikan yang diorentasikan dan ditopang pula dengan keberadaan pendidikan formal. Bagi para santri yang mondok dan tinggal di Pondok Pesantren Miftahul Falah dibekali pula dengan pendidikan Formal. Terdapat lembaga formal yang berada di sekitar lingkungan kampung, yakni Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.
Para Santri yang mondok dan tinggal di Pondok
Pesantren Miftahul Falah berasal dari berbagai daerah di sekitar Kabupaten
Tasikmalaya. Para santri tidak hanya dibekali dengan pengalaman dan keilmuan
keagaamaan seperti Kitab Kuning, tetapi dengan kompetensi lainnya seperti
public speaking, organisatoris. Dan saat ini inshaallah akan sedang
dikembangkan bekal kompetensi kewirausahaan untuk para santri sehingga kelak
para santri memiliki kemampuan yang siap dan sigap tatkala kembali ke
lingkungan masyarakatnya.







0 komentar:
Post a Comment