KH. DJEDJE MUTAKIN

Bersama Para Jama'ah Pengajian di Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana.

MESJID MIFTAHUL FALAH

Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana.

SUASAN PENGAJIAN DAN PEMBELAJARAN PARA SANTRI

Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana.

RUANG BELAJAR DAN PENGAJIAN SANTRI

Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana.

PENGASUH BERSAMA SANTRI

Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana.

PESANTREN DiGITAL

Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana.

KH. DJEDJE MUTAKIN

Pendiri Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana.

Monday, August 23, 2021

SANTRI PP MIFTAHUL FALAH PULAKSANA MERAIH PRESTASI MEMBANGGAKAN

Santri adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren, biasanya menetap di tempat tersebut hingga pendidikannya selesai. 

Istilah santri pada saat ini harus dapat diartikan secara luas. Santri zaman sekarang tidak hanya sekadar penamaan semata, tetapi santri saat ini memerlukan pengembangan identitas yang memiliki makna sebagai santri yang mampu berkontribusi konkret melalu prestasi yang diraihnya.

Para santri yang menempuh pendidikan di lembaga Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana tidak hanya dibekali dengan pengetahuan keagamaan melalui rutinitas proses pengajian kitab-kitab kuning semata, namun para santri dibekali pula ragam skil dan keterampilan sesuai dengan potensinya secara diagnotif, salah satunya para santri dibekali dengan skill dan keterampilan public speaking. Melalui pembiasaan dan metode khitobah yang diselenggarakan para santri diberikan kesempatan untuk berani, mampu dan terampil berpidato di depan khalayak.

Melalui pembiasaan dan metode khitobah tersebut, terbukti salah satu santri terbaik di Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana yakni Parid Padilah, berhasil meraih juara tiga pidato putra PHBI antar pesantren se-kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Raihan prestasi ini merupakan hal yang sangat kami syukuri, dengan raihan ini semoga mampu merangsang para santri lainnya untuk bisa menorehkan prestasi tanpa melepaskan tradisi ketadziman dan ketawaduan sebagai identitas santri yang berakhlakul karimah

Monday, August 9, 2021

SANTRI; Pengembangan Skill dan Kompetensi di Pon Pes Miftahul Falah Pulaksana

 

Memasuki era revolusi 4.0 dan revolusi society 5.0 dimana ditemukan hal-hal baru yang kian tidak terbendung, dari mulai aktivitas dan kebutuhan yang tidak terleakan dari peran dan pengaruh informasi dan teknologi. Hal yang dapat dipersiapkan oleh setiap insan dalam memasuki era baru tersebut yakni dengan bekal skill atau keterampilan. Para santri yang tinggal di pondok pesantren harus pula mempersiapkan skil dan keterampilan yang dimilikinya, setiap santri tidak hanya harus beradaptasi dengan kebutuhan era baru tersebut terlebih bagaimana pula para santri dapat mengembangkan atau berinovasi terkait skill dan kompetensinya secara futurisitk yakni sesuai dengan kebutuhan revolusi industry 4.0 dan revolusi society 5.0.

Salah satu bentuk konkret mempersiapkan skill dan kompetensi futuristic di lingkungan lembaga pondok pesantren Miftahul Falah Pulaksana yakni mempersiapkan skill dan kompetensi kemandirian dalam aspek ekonomi dan kewirausahaan. Para pelaku ekonom dan wirausahawan yang berhasil dan sukses saat ini bukan hanya dilihat dari berapa nominal yang dimiliki dan dihasilkan oleh dirinya maupun oleh perusahaannya, namun lebih dari itu adalah bagaimana mental mereka dalam menghadapi tantangannya. Bagaiman mereka mampu menemukan jalan keluar dan solusi atas ketercapaian keberhasilannya, dengan mental yang kuat dan baik dapat diyakinkan sebetulnya setiap orang dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, salah satunya kemandirian dalam aspek ekonomi dan kewirausahaan.

Pondok pesantren Miftahul Falah Pulaksana menganggap sangat penting membekali setiap santri yang belajar dan mengaji di lembaga ini. Untuk membekali skill dan keterampilan kemandirian ekonomi dan kewirausahaan para santri di ajak untuk menekuni potensi budi daya ikan dan pengolahan hasil budi daya olah pangan snack. Bekal skill dan keterampilan ini dikembangkan melalui analisis ABCD (Asset-Based Community Development) yakni analisis berdasar asset potensi yang dimiliki oleh lembaga pondok pesantrenMiftahul Falah Pulaksana. Terdapat beberapa asset yang dapat dikembangkan di lembaga tersebut, selain sumber daya alam seperti terdapat media kolam yang sangat memadai, iklim yang sangat cocok sampai kualitas dan ketersediaan air yang sangat memadai.

Melalu alasisi ABCD (Asset-Based Community Development) Kemampuan santri di lembaga pondok pesantren Miftahul Falah Pulaksana sangat baik terlebih ketika mereka diajak untuk melihat, mendisain sampai menlai kesempatan baik dalam melihat peluang ekonomi. Skill dan keterampilan yang bernilai tambah merupakan kunci sukses santri saat akan memasuki dunia kerja dan bersaing di pasar global.

Pendidikan kewirausahaan diharapkan bisa membantu setiap santri di pondok pesantren memiliki ketekunan dan kemauan didalam membuka lapangan usaha baru selulus dari pendidikannya, dengan demikian penting memiliki pondasi pengelolaan keuangan yang baik sebagai bekal nanti saat terjun ke dunia kerja yang kompetitif.

Dalam mewujudkan misi kemandirian ekonomi dan kewirausahaan para santri, pihak lembaga pondok pesantren Miftahul FalahPulaksana kian memperhatikan aspek kemitraan, hal ini menjadi penilaian dan evaluasi diri pihak lembaga terkait beberapa keterbatasan yang dihadapi oleh lembaga pondok pesantren.

Tantangan di era revolusi 4.0 dan society 5.0 upaya lembaga pondok pesantren dalam pendidikan entrepreneurship merupakan langkah positif dalam mendorong para santri sebagai output keterampilan dan mampu mengaktualisasikan konsep life skill setelah para santri kembali ke lingkungan masyarakatnya. Para santri berangkat dari masyarakat dan kembali ke lingkungan masyarakatnya.

Saturday, November 21, 2020

SANTRI SEBAGAI PRIBADI SANTUN; Pon-Pest Miftahul Falah Pulaksana

 

Santun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai santun/san·tun, memiliki halus dan baik (budi bahasanya, tingkah lakunya); sabar dan tenang; sopan; atau bisa pula dimaknai penuh rasa belas kasihan; suka menolong. (https://kbbi.web.id)
Pribadi santun adalah energi positif yang dapat menciptakan kehidupan pribadi yang lebih berkualitas. Oleh karena itu sebetulnya setiap orang memiliki potensi akan nilai santunnya. Sopan santun tidak hanya dalam bahasa atau komunikasinya saja teatapi pula termasuk dalam sikap dan perilaku. Setiap orang yang memiliki sopan santun selalu mendapatkan kepercayaan lebih dari orang lain. Sopan santun dianggap pula sebagai ekspresi dari sikap rendah hati, yang diperkuat oleh etika dan integritas pribadi dalam konsistensi perilaku. (Djajendra; dalam kompasiana.com)
Perubahan zaman seperti sekarang ini dianggap banyak membenturkan dengan permasalahan yang terjadi mulai dari pelaku anak-anak, remaja, bahkan kalangan dewasa. Setiap orang tua yang memiliki anak pasti berharap anaknya sebagai anak dengan pribadi yang unggul, yang memiliki karakter shaleh dan shalehah termasuk sosok yang santun baik dalam bahasa sampai kepada perilakunya. Dewasa ini banyak para orang tua khawatir dengan pertumbuhan dan perkambangan setiap anaknya terlebih dengan pergaulan dan pengaruh lingkungan sekitarnya. Banyaknya pemberitaan yang menggambarkan dekadensi moral anak dan remaja seperti perkalahian antar sekolah, NAPZA, sampai pergaulan bebas menjadi tambahan kekhawatiran para orang tua terhadap anak-anaknya. Permasalahan-permasalahan tersebut terjadi karena minimnya akhlak atau pendidikan akhlak yang mereka miliki. Maka dari itu, pendidikan akhlak sangat diperlukan untuk diaplikasikan seehari-hari sejak dini. (Ramadan; https://www.metrotvnews.com/play/NgxCrBJO-menjadi-pribadi-yang-santun-dan-jujur-1)

Sebagai bagian dalam salah satu pengembangan pendidikan karakteristik di Pon-Pest Miftahul Falah Pulaksana. Pribadi santun adalah salah satu karakter yang sangat diperhatikan dalam transfer velue terhadap para santrinya. Pendidikan di Pon-Pest Miftahul Falah Pulaksana sangat memperhatikan penanaman nilai-nilai luhur yang menjadi identitas santri yang tidak hanya handal dengan kemampuan pengetahuan Agama Islam yang luas tetapi diperlukan karater pribadi di Pondihadapkan pada persoalan karakter, maka madrasah terus memberikan bekal pada peserta didiknya untuk menjadi pribadi yang bermartabat. Pribadi yang baik, jujur dan berkarakter santun.
Pon-Pest Miftahul Falah Pulaksana menganggap dengan model bimbingan yang intensif baik secara personal maupun kelompok tehadap setiap santrinya adalah sebagai salah satu bentuk pengembangan yang komprehensif dalam mempersiapkan santri dan santriyahnya menjadi pribadi yang berkarakter terlebih pribadi santri yang santun. 

Sumber: 
https://www.metrotvnews.com/play/NgxCrBJO-menjadi-pribadi-yang-santun-dan-jujur-1
https://kbbi.web.id/santun
https://www.kompasiana.com/djajendra.com/5518aa41a333114c07b666dc/sopan-santun mencerminkan-kualitas-diri

Friday, October 9, 2020

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN OPERASIONAL PESANTREN; Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2020

Bantuan Operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 yang selanjutnya disebut BOP Pesantren dan BOP Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 adalah Bantuan pemerintah yang diberikan kepada Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam untuk biaya operasional dan biaya kebutuhan pemenuhan protokol kesehatan. 
Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 berisi tentang konten dan esensi bantuan, teknis pelaksanaan bantuan, standar dan spesifikasi bantuan, tugas dan fungsi masing-masing jenjang organisasi, pengendalian dan pengawasan serta layanan pengaduan masyarakat. Petunjuk Teknis ini disusun untuk menjadi panduan, petunjuk, rambu-rambu dan arah pelaksanaan bantuan, sehingga bantuan dapat dilaksanakan dengan baik, efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya.
Silahkan KLIK DI SINI untuk mengunduh eBook Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2020.




Pandemi COVID-19 yang berdampak pada seluruh sektor kehidupan, termasuk Pesantren, pemerintah diharapkan hadir melalui program yang nyata untuk memberikan dukungan dan “stimulan” guna meringankan beban Pesantren, salah satunya melalui skema Bantuan Pembelajaran Daring Pesantren Pada Masa Pandemi COVID19 Tahun Anggaran 2020. Bantuan Pembelajaran Daring Pesantren Pada Masa Pandemi COVID-19 yang selanjutnya disebut BPD Pesantren adalah bantuan pemerintah yang diberikan kepada Pesantren untuk dukungan dalam pelaksanaan pembelajaran daring di Pesantren.
Petunjuk Teknis Bantuan Pembelajaran Daring Pesantren Pada Masa Pandemi COVID-19 berisi tentang konten dan esensi bantuan, teknis pelaksanaan bantuan, standar dan spesifikasi bantuan, tugas dan fungsi masing-masing jenjang organisasi, pengendalian dan pengawasan serta layanan pengaduan masyarakat. Petunjuk Teknis disusun untuk menjadi panduan, petunjuk, rambu-rambu dan arah pelaksanaan bantuan, sehingga bantuan dapat dilaksanakan dengan baik, efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya. Dengan Petunjuk Teknis ini pula, pemberi dan penerima manfaat bantuan dapat melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan ketentuan yang ada dalam petunjuk teknis. Berikut adalah Link untuk mendapatkan eBook Petunjuk Teknis Bantuan Pembelajaran Daring Pesantren pada Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020, silahkan KLIK DI SINI untuk mengunduh eBook tersebut
 

Thursday, October 8, 2020

PENGEMBANGAN PENGAJIAN DARING PONDOK PESANTREN DI ERA COVID; Studi Kasus Pon-Pest Miftahul Falah Pulaksana


Pandemi yang melanda memberikan dampak yang sangat konkret dalam keseharian dan aktivitas umat manusia, salah satu dampak yang dirasakan termasuk dalam aktivitas di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana. Proses aktivitas di Pondok Pesantren ini harus beradaptasi secara ketat, dimulai dengan akses masuk dan keluar para santri dan tamu yang ketat sampai pola pengajian yang berdaptasi secara daring.
Pengajian yang semula dilakukan secara mudah dengan sistem klasikal, dimana para santri langsung berhadapan dengan kyiai atau guru mengaji dalam forum pengajian kitan atau kajian secara terjadwal sekarang didisain dengan pemanfaatan daring (dalam jaringan). Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana secara bertahap dan pasti mulai mengadopsi pembelajaran daring untuk meminimalisir jumlah jam pengajian secara langsung. 
Untuk mengembangkan pengajian secara daring di Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana, dilakukan dengan memperhatikan tiga hal utama, yakni; 1) struktur, 2) fasilitas,  dan 3) sumber daya. Pelakasanaan pengajian secara daring juga memperhatikan kesempatan potensi yang dimiliki lembaga ini secara efektif, efisien dan optimal. berikut adalah hal-hal yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana.
  1. Stuktur, adalah pengaturan dan pengorganisasian unsur-unsur yang saling terkait dalam obek dan sistem. Dalam hal ini struktur yang dibangun di Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana adalah melakukan digitalisasi dari hal-hal yang semula bersifat analog. Salah satu contohnya adalah mendigitalkan kurikulum dan sistem pengajian lalu mengadopsikan ke ranah daring dengan kesempatan online based. Pemanfaatan secara optimal dari potensi internet salah satunya dengan membangun weblog dengan adress https://ppmillah.blogspot.com/
  2. Fasilitas, Istilah dan kata fasilitas sering diakronimkan fasum adalah istilah umum yang merujuk kepada sarana atau prasarana atau perlengkapan atau alat-alat yang disediakan oleh pemerintah yang dapat digunakan untuk kepentingan bersama dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Fasilitas dalam pengembangan pengajian secara daring di Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana diperhatikan dari segi keefektifan dari fasilitas tersebut, bahkan pula mempertimbangkan pula aspek efisiensi. Contohnya penggunaan gawai yang digunakan oleh para santri dalam pemanfaatan pengembangan pembelajaran para santri.
  3. SDM. Sumber daya yang dimaksud adalah faktor human dalam pengembangannya. Selain para santri yang diajak untuk mampu mengikuti sistem daring yang dibangun para kyai dan ustadz pun secara bertahap diberikan pelatihan untuk mensinergiskan pengembangan pengajian daring secara optimal. 
Pengajian secara daring di Pondok Pesantren Miftahul Falah Pulaksana dilaksanakan secara bertahap tetapi optimis dengan keberhasilannya, selain itu menjadi solusi strategis bersama pemerintah dalam menekan kekhawatiran penyebaran pandemi khususya di cluster pondok pesantren.   

Sunday, September 20, 2020

PESANTREN SEBAGAI SISTEM PENINGKATAN PENDIDIKAN KARAKTER


Pesantren sebagai satu wadah proses pendidikan dengan tradisi-tradisinya yang khas. Pesantren didirikan sebagai lembaga pendidikan, pengajaran dan institusi yang menyediakan layanan pendidikan dengan karakteristik tradisitradisinya yang khas.

Dalam sistem pendidikan itu, santri dilatih dan dibentuk untuk menyerap nilai-nilai adiluhung yang berorientasi agama Islam dan mempraktikkan pengetahuan dan nilai-nilai itu dalam sistem kehidupan pesantren: Di mana santri diasuh dalam ritme aktivitas yang terjadwal selama 24 jam, segala aktivitasnya merupakan proses pendidikan dan pengajaran yang diharapkan dapat membentuk karakternya sebagai pribadi-pribadi muslim yang berakhlak mulia, ikhlas, sederhana, mandiri, berpengetahuan luas, berpikiran bebas, dan bertanggung jawab. Sehingga kelak setelah menyelesaikan proses pendidikan dan pengajarannya di pesantren ia mampu menjalani hidup di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan karakter-karakter itu.
Pondok pesantren sebagai salah satu jenis lembaga pendidikan Islam di Indonesia, telah terbukti secara empiris mampu mengembangkan santri dari berbagai aspek, meliputi kemampuan intelektual, emosional dan pembentukan watak religius, sehingga lahirlah output pesantren yang memiliki pengetahuan dan akhlak karimah atau berkarakter. Keberhasilan pesantren dalam membentuk karakter santri karena pendidikan pesantren siswa diasramakan di pondok dalam bimbingan dan pengawasan kiyai, adanya wibawa dan keteladanan kiyai sebagai pemimpin pesantren dan suasana religius dalam pembelajaran di pesantren. Di samping itu, proses pendidikan pesantren lebih menekankan pada aspek aqidah, ibadah dan akhlak karimah dengan pendekatan pendidikannya yang khas, seperti ukhuwah, ketaatan, keteladanan, kesederhanaan, kemandirian, kebebasan, keikhlasan, dan pluralitas (Dawam, 1995:9). 
Pondok pesantren Miftahul Falah bertanggung jawab pula dalam mematangkan potensi yang dimiliki oleh para santri. Hal ini beralasana karena persamaan lain yang terdapat pada pondok pesantren adalah bahwa semua pondok pesantren melaksanakan tiga fungsi kegiatan yang dikenal dengan Tri Darma Pondok Pesantren, yaitu:
1. Peningkatan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT;
2. Pengembangan keilmuan yang bermanfaat;
3. Pengabdian terhadap agama, masyaraka dan negara

Wednesday, September 16, 2020

PERAN ULAMA DALAM MEMBINA UMAT DAN GENERASI PENERUS BANGSA

KH. Djedje Mutakin beserta Istri Hj. Iim M
Pendiri PP Miftahul Falah Pulaksana

Ulama (bahasa Arab: العلماء, 'orang-orang berilmu, para sarjana'‎) adalah pemuka agama atau pemimpin agama yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat Islam baik dalam masalah-masalah agama maupun masalah sehari-hari yang diperlukan, baik dari sisi keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Makna sebenarnya dalam bahasa Arab adalah ilmuwan , kemudian arti ulama tersebut berubah ketika diserap kedalam Bahasa Indonesia, yang maknanya adalah sebagai orang yang ahli dalam ilmu agama Islam.
Pengertian ulama secara harfiyah adalah “orang-orang yang memiliki ilmu”. Dari pengertian secara harfiyah dapat disimpulkan bahwa ulama adalah: 1) Orang Muslim yang menguasai ilmu agama Islam. 2) Muslim yang memahami syariat Islam secara menyeluruh (kaaffah) sebagaimana terangkum dalam Al-Quran dan ''as-Sunnah''. 3) Menjadi teladan umat Islam dalam memahami serta mengamalkannya.
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, awalnya hanya dikenal karena karakternya yang tradisional dengan konsentrasi penekanan moral dalam bermasyarakat. (mastuhu, 1994). Munculnya pesantren di Indonesia diperkirakan sejak 300-400 tahun yang lalu dan menjangkau hampir di seluruh lapisan masyarakat muslim (Agama, 1984/1985). Pesantren merupakan lembaga pendidikan  yang unik. Tidak saja karena keberadaannya yang sudah sangat lama, tetapi juga karena kultur, metode, dan jaringan yang diterapkan oleh lembaga agama tersebut. Karena keunikannya itu, C. Geertz demikian juga Abdurrahman Wahid menyebutnya sebagai subkultur masyarakat Indonesia (khususnya Jawa). 
Kiprah pesantren dalam berbagai hal sangat dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya dalam usaha konkret pengembangan keilmuan Islam. Pengembangan dunia pesantren selain menjadi tanggung jawab internal pesantren, juga harus didukung oleh pemerintah secara serius sebagai proses pembangunan manusia seutuhnya. Meningkatkan dan mengembangkan peran serta pesantren dalam proses pembangunan di era otonomi daerah merupakan langkah strategis dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan nasional terutama sektor pendidikan. Terlebih, dalam kondisi bangsa yang tengah mengalami krisis (degradasi) moral. 
Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral menjadi pelopor sekaligus inspirator pembangkit moral bangsa. Sehingga, pembangunan tidak menjadi hampa melainkan lebih bernilai dan bermakna.Seiring dengan keinginan yang luhur dalam membina dan mengembangkan masyarakat, dengan kemandiriannya, pesantren secara terus-menerus melakukan upaya pengembangan dan penguatan diri. Walaupun terlihat berjalan secara lamban, kemandirian yang didukung keyakinan yang kuat, ternyata pesantren mampu mengembangkan kelembagaan dan eksistensi dirinya secara berkelanjutan.

Sumber: 
https://ditpdpontren.kemenag.go.id/web/#
https://media.neliti.com/media/publications/177493-ID-pondok-pesantren-lembaga-pendidikan-pemb.pdf
Wikipedia.co.id